Jakarta - Setelah sempat bikin penasaran saat diumumkan bulan Juni lalu, Microsoft akhirnya resmi merilis Surface RTX Spark Dev Box. Masa pre-order (pemesanan awal) perangkat ini sudah dibuka mulai Kamis (8/10/2026).
Tapi, jangan buru-buru tertarik buat beli kalau kamu cuma pengguna biasa. Dari namanya saja sudah kelihatan, komputer mini ini memang bukan ditujukan untuk pemakaian harian biasa, melainkan dirancang khusus buat para developer dan engineer yang butuh tenaga kuda untuk menguji berbagai model kecerdasan buatan (AI) langsung dari perangkat lokal mereka.
Soal harga? Jangan kaget, ya. Berdasarkan blog resmi Microsoft, komputer mungil ini dibanderol seharga 6.000 dollar AS atau sekitar Rp 107 juta.
Dengan merogoh kocek segitu dalam, apa sih yang bakal didapat? Pengguna bakal langsung memboyong sebuah AI PC tangguh yang ditenagai chip Nvidia RTX Spark N1X, lengkap dengan unified memory (RAM) raksasa berkapasitas 128 GB dan media penyimpanan seluas 2 TB.
Menariknya, harga ini sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan kompetitornya, yaitu Nvidia DGX Spark yang dipatok 6.950 dollar AS (sekitar Rp 124 juta) untuk varian RAM 128 GB. Kendati demikian, Nvidia sendiri sebenarnya menyediakan opsi yang lebih ramah kantong dengan RAM 64 GB seharga 5.000 dollar AS (sekitar Rp 89,6 juta).
Sementara ini, Microsoft memasarkan Surface RTX Spark Dev Box secara eksklusif di Amerika Serikat mulai hari ini, dengan jadwal pengiriman ke konsumen sekitar November 2026 mendatang. Sayangnya, belum ada bocoran apakah perangkat super mahal ini bakal diboyong ke luar AS, termasuk ke Indonesia.
Dirancang Khusus untuk Racik AI Secara Lokal
Kenapa sih harganya bisa semahal itu? Jawabannya ada pada spesifikasi dan peruntukannya. Surface RTX Spark Dev Box memang disiapkan untuk para pengembang yang butuh komputasi tingkat tinggi guna menjalankan model-model AI secara lokal tanpa harus selalu bergantung pada cloud.
Dari segi fisik, tampilannya tergolong elegan berkat bodi berbahan aluminium berbalut lapisan anodisasi. Bagian atasnya didesain simpel menggunakan rongga alias grille. Ukurannya juga sangat ringkas untuk sebuah komputer bertenaga besar—layaknya sebuah mini PC—dengan dimensi 326,5 x 172 x 42,9 mm serta bobot sekitar 2 kg saja.
Bagian "otak" pemrosesannya dipercayakan pada chip Nvidia RTX Spark N1X. Chip ini diklaim punya performa buas untuk melahap berbagai tugas berat AI, termasuk memproses model AI berukuran jumbo yang memiliki lebih dari 120 miliar parameter.
Kinerja chip gahar tersebut disokong penuh oleh RAM 128 GB dan penyimpanan 2 TB tadi. Urusan sambung-menyambung perangkat juga tidak perlu dikhawatirkan. Komputer ini dibekali dua port USB-C, satu port USB-A, Ethernet, DisplayPort 2.1, hingga HDMI 2.1b di bagian belakangnya.
Karena menyasar para punggawa coding dan pengembang, Microsoft langsung membenamkan sistem operasi Windows 11 Pro. Tidak ketinggalan, berbagai aplikasi esensial dan runtime andalan developer seperti Visual Studio Code, Git, GitHub CLI, GitHub Copilot, serta Python sudah langsung terpasang di dalamnya.
Jadi, begitu barangnya sampai di meja kerja, pembeli bisa langsung tancap gas mengembangkan proyek AI mereka secara lokal tanpa ribet instal ini-itu.