Siap-Siap, Aplikasi Android Wajib Lebih Hemat RAM Mulai 2027

Siap-Siap, Aplikasi Android Wajib Lebih Hemat RAM Mulai 2027

01 September 2026
Jakarta - Google makin tegas soal efisiensi aplikasi di Google Play Store. Mulai Februari 2027, semua aplikasi dan game Android wajib memenuhi batas maksimal penggunaan memori (RAM) agar tidak merampas performa smartphone.

Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Google melihat industri smartphone sedang dibayang-bayangi kelangkaan komponen memori, yang berpotensi berdampak pada ketersediaan RAM di pasaran. Supaya perangkat tetap responsif, pengembang dipaksa bikin aplikasi yang jauh lebih efisien.

Batas Penggunaan Memori yang Diatur Google

Aturan baru ini mencakup alokasi memori utama, pemrosesan gambar (bitmap), hingga optimasi kode dasar aplikasi.

Batas memori utama nantinya disesuaikan dengan kapasitas RAM perangkat. Sebagai gambaran:
- HP RAM 8 GB: Aplikasi cuma boleh terpakai maksimal 2,25 GB saat aktif di layar (foreground), 1,5 GB untuk layanan yang tampak berjalan, serta 1,5 GB saat berjalan di latar belakang (background).
- HP RAM di atas 16 GB: Sebagian besar dibebaskan dari pembatasan ketat ini.

Selain memori utama, Google juga membatasi penggunaan memori untuk pemrosesan gambar (bitmap) maksimal 200 MB, serta batas memori cache maksimal 400 MB. Pengembang juga diwajibkan mengoptimalkan kode DEX (Dalvik Executable) agar aplikasi tidak cuma hemat RAM, tapi juga terasa lebih responsif saat dibuka.

Sanksi dan Alat Bantu untuk Developer

Pengembang punya waktu hingga Februari 2027 untuk merapikan kode mereka. Aplikasi atau game yang kelewat boros memori dan mengabaikan aturan ini terancam dibatasi visibilitasnya di Play Store.

Untuk membantu developer berbenah, Google menyediakan fitur pemantauan di Play Console melalui Android Vitals. Lewat alat ini, pengembang bisa memantau konsumsi RAM secara langsung, mendeteksi potensi crash akibat kehabisan memori, dan menerima peringatan otomatis jika aplikasinya mulai melebihi ambang batas.

April 2027: Ganti HP Baru Enggak Perlu Login Ulang

Tak berhenti di efisiensi memori, Google juga menyiapkan aturan baru soal kemudahan berpindah perangkat pada April 2027.

Aplikasi yang memiliki sistem akun wajib mendukung fitur Zero-Tap Sign-In berbasis API Android Restore Credentials. Fitur ini membuat status login pengguna langsung terbawa saat memindahkan data ke HP Android baru, tanpa perlu mengetik ulang username dan password.

Langkah ini dirancang untuk mempermudah proses setup perangkat baru sekaligus menekan risiko keamanan, seperti ancaman phishing dan pencurian kredensial saat pengguna mengetik kata sandi secara manual.