Jakarta - Bayangkan jika kita bisa memiliki "matahari" sendiri di Bumi untuk menghasilkan listrik tanpa batas. Terdengar seperti fiksi ilmiah, bukan? Tapi, China kini selangkah lagi mewujudkannya.
Proyek ambisius yang sering dijuluki "matahari buatan" ini punya nama resmi Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak (BEST). Berlokasi di Hefei, Provinsi Anhui, kompleks fasilitas utamanya kini sudah berdiri tegak. Sejak Juli 2026 lalu, komponen-komponen pentingnya telah tiba di lokasi. Media pemerintah China, CCTV, bahkan melaporkan bahwa perakitan mesin raksasa ini sudah melewati separuh jalan dan kini memasuki fase yang paling krusial.
Meniru Rahasia Dapur Matahari Asli
Kenapa disebut matahari buatan? Karena fasilitas ini dirancang untuk meniru persis cara matahari kita menghasilkan panas dan cahaya, yakni melalui reaksi fusi nuklir.
Sebagai gambaran, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang ada di dunia saat ini menggunakan reaksi fisi, yaitu membelah inti atom berat (seperti Uranium) untuk memproduksi energi. Sebaliknya, fusi nuklir bekerja dengan cara menggabungkan inti atom ringan.
Jika teknologi ini sukses, fusi nuklir akan menjadi "cawan suci" bagi energi masa depan. Ia mampu memproduksi listrik dalam jumlah raksasa dengan emisi karbon yang nyaris nol.
Tantangan Ekstrem: Mengurung Bintang di Bumi
Tentu saja, menciptakan bintang di Bumi bukan perkara gampang. Di tata surya kita, reaksi fusi bisa terus menyala karena Matahari punya gaya gravitasi yang luar biasa besar. Nah, karena di Bumi kita tidak punya gravitasi sebesar itu, para ilmuwan harus memutar otak.
Solusinya? Mesin BEST menggunakan medan magnet yang super kuat.
Medan magnet ini bertugas "mengurung" plasma—yakni gas yang dipanaskan hingga suhu sangat ekstrem. Magnet raksasa ini akan menahan plasma agar tetap melayang di tengah mesin dan tidak sekalipun menyentuh dinding reaktor. Kalau sampai tersentuh, panasnya yang luar biasa bisa langsung merusak mesin dan reaksi fusi pun gagal.
Saat ini, para ilmuwan sedang merakit bagian yang disebut four-layer nested assembly (perakitan empat lapis). Sederhananya, ini mirip seperti memasukkan beberapa lapisan pelindung ke dalam sebuah tabung termos raksasa. Bagian terdalam adalah ruang utama tempat reaksi fusi terjadi, yang kemudian dikelilingi oleh lapisan pengendali panas dan sistem magnet penjaga plasma.
Kapan Kita Bisa Menikmati Listriknya?
Jika proses pembangunan berjalan mulus sesuai jadwal, mesin BEST akan selesai seutuhnya pada akhir 2027. Setelah itu, tim ilmuwan akan mulai mengeksekusi eksperimen fusi menggunakan bahan bakar khusus (deuterium dan tritium).
Target terbesarnya ada di tahun 2030. Pada tahun tersebut, China berencana melakukan demonstrasi perdana untuk membuktikan bahwa reaksi fusi ini benar-benar bisa dikonversi menjadi aliran listrik. Memang, target 2030 ini baru sebatas tahap pembuktian, bukan berarti langsung menjadi pembangkit listrik komersial yang mengalir ke rumah-rumah.
Namun setidaknya, langkah ini membuktikan bahwa masa depan energi bersih dunia kini sudah mulai terlihat di depan mata.