Jakarta - Pengembang sistem operasi independen, GrapheneOS, baru-baru ini melontarkan kritik tajam kepada Google. Mereka menuding raksasa teknologi itu sengaja menahan sejumlah fitur baru dan pembaruan keamanan Android 17 agar tidak bisa langsung dinikmati oleh merek HP Android lainnya.
Isu ini mulai memanas setelah Google menggulirkan pembaruan stabil Android 17 QPR1 (Quarterly Platform Release 1) pada September 2026 ini lewat program Pixel Drop. Sebagai informasi, QPR1 adalah update berkala yang rutin dirilis setiap kuartal setelah versi Android utama meluncur. Pembaruan kali ini membawa sederet fitur baru khusus untuk ponsel Google Pixel.
Masalahnya, GrapheneOS merasa ada yang janggal. Mereka menuduh Google sengaja menyimpan fitur baru ini sendirian. Akibatnya, produsen smartphone Android lain dan komunitas pengembang sistem operasi terbuka (Android Open Source Project/AOSP) tidak bisa mengaksesnya.
Lewat media sosialnya, GrapheneOS menyebut langkah Google kali ini sangat tidak biasa. Bahkan, mereka mencatat bahwa Android 17 QPR1 adalah rilis pertama sejak era Android Honeycomb (belasan tahun lalu) di mana Google memperkenalkan alat pengembang (API) baru secara tertutup, alias tidak dibagikan ke komunitas AOSP.
Memang, ada perbedaan teknis pada dokumentasi Google antara Android 17 versi standar dan QPR1. GrapheneOS sendiri mengaku sudah menyiapkan kode sistem operasi mereka untuk versi QPR1 sejak sebelum rilis resmi pada 15 September lalu, namun belum mendapat lampu hijau untuk merilisnya ke publik.
Alhasil, tim GrapheneOS kini terpaksa menempuh jalan pintas sementara. Mereka harus bekerja dua kali untuk memodifikasi sistem (backport) dari versi Pixel agar bisa berjalan di Android 17 standar.
Patch Keamanan Ikut "Ditahan"
Tidak cuma soal fitur, penanganan perbaikan sistem (patch) keamanan juga jadi sorotan utama. GrapheneOS menemukan bahwa buletin keamanan khusus Pixel edisi September 2026 memiliki daftar perbaikan celah keamanan yang lebih banyak dibandingkan buletin Android standar.
Artinya, ponsel Pixel mendapat perbaikan keamanan ekstra yang sebenarnya juga memengaruhi komponen Android standar yang dipakai oleh HP non-Pixel. Anehnya, perbaikan krusial ini belum dibagikan ke produsen HP lain seperti kebiasaan Google selama ini.
Menurut prediksi GrapheneOS, merek HP lain kemungkinan baru akan menerima patch penting ini pada Desember mendatang, bersamaan dengan rilis Android 17 QPR2. Tentu saja, membiarkan produsen dan pengguna HP non-Pixel menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan pembaruan keamanan adalah sebuah kemunduran.
GrapheneOS secara terbuka mempertanyakan apakah ini memang strategi baru Google untuk menganakemaskan lini ponsel Pixel agar terlihat lebih unggul di pasar smartphone.
Di akhir pernyataannya, GrapheneOS mengumumkan bahwa ke depannya mereka berencana menjalin kemitraan dengan Motorola. Kerja sama ini diharapkan mempermudah proses pengembangan sistem operasi, karena Motorola bersedia membagikan kode dan driver resmi mereka secara langsung tanpa hambatan.