Jakarta - Korea Selatan kembali melakukan uji coba teknologi buatan dalam negeri di luar angkasa. Kali ini, giliran chip memori buatan SK Hynix yang dikirim ke orbit untuk diuji ketahanannya terhadap paparan radiasi dan radiasi suhu yang ekstrem.
Chip tersebut meluncur bersama satelit E3T Unit 2 menggunakan roket Nuri dari Pusat Antariksa Naro, Korea Selatan, pada Rabu (7/10/2026). Satelit besutan Nara Space Technology ini sukses terpisah dari roket dalam kurun waktu 17 menit setelah liftoff, lalu berhasil menjalin komunikasi dua arah dengan stasiun di Bumi dua jam berselang.
Langkah SK Hynix ini menyusul raksasa teknologi Samsung yang sudah lebih dulu menguji chip memorinya di luar angkasa via satelit E3T Unit 1 pada November 2025 lalu.
Misi Pengujian di Lingkungan Ekstrem
Bukan tanpa alasan komponen elektronik dipasang di luar angkasa. Lingkungan orbit Bumi memiliki tantangan besar, mulai dari paparan radiasi kosmik hingga fluktuasi suhu yang sangat ekstrem.
Untuk menguji performanya, chip SK Hynix akan dioperasikan secara berkala selama mengorbit. Seluruh data kinerjanya bakal dikirimkan secara langsung (real-time) ke tim peneliti di Bumi untuk dianalisis lebih lanjut.
Selain chip SK Hynix, satelit E3T Unit 2 juga membawa beberapa komponen penting buatan lembaga riset dan perusahaan lokal Korea Selatan, seperti:
- Perangkat pengendali arah satelit
- Cermin pengarah presisi
- Komponen untuk sistem pendorong listrik
Misi ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah Korea Selatan dalam mendorong kemandirian industri antariksa nasional.
CEO Nara Space, Park Jae-pil, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas uji coba komponen lokal di luar angkasa demi memperkuat daya saing industri antariksa Korea Selatan di kancah global.