MediaTek Gebrak Pasar Lewat Dimensity 9600 Pro, Chipset Flagship Pertama dengan Teknologi 2 Nanometer

MediaTek Gebrak Pasar Lewat Dimensity 9600 Pro, Chipset Flagship Pertama dengan Teknologi 2 Nanometer

16 September 2026
Jakarta - MediaTek kembali membuat gebrakan besar di industri  ponsel pintar. Pekan ini, raksasa cip asal Taiwan tersebut resmi mengumumkan prosesor flagship terbarunya, Dimensity 9600 Pro.

Ada satu tonggak sejarah yang bikin cip ini begitu spesial: Dimensity 9600 Pro adalah System-on-Chip (SoC) pertama dari MediaTek yang sudah menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer (nm). Lompatan besar dari pendahulunya, Dimensity 9500, yang masih berada di angka 3 nm.

Secara teori, ukuran fabrikasi yang semakin kecil ini ibarat membuat jalan tol menjadi jauh lebih rapi, di mana aliran data jadi sangat lancar tetapi konsumsi dayanya bisa ditekan sekecil mungkin. Hasilnya? Kinerja makin kencang, baterai pun jauh lebih awet.

MediaTek bahkan mengeklaim, khusus untuk pemrosesan CPU multi-core, konsumsi dayanya bisa terpangkas hingga 61 persen dibandingkan generasi sebelumnya

Otak Super Gahar dan Pintar

Urusan tenaga, Dimensity 9600 Pro dibekali CPU delapan inti (octa-core) dengan konfigurasi kelas berat:

  • 2 inti Arm C2-Ultra (kecepatan hingga 4,55 GHz)
  • 3 inti Arm C2-Pro (hingga 4,35 GHz)
  • 3 inti Arm C2-Pro (hingga 3,1 GHz)
Berkat racikan ini, performa single-core miliknya melonjak hingga 17 persen, sementara performa multi-core naik 15 persen dari generasi lawas.

Buat para gamer, cip ini dipersenjatai GPU Arm Mali-G2 Ultra NX. Performanya diklaim melompat 27 persen di titik puncaknya, sementara konsumsi dayanya justru turun 24 persen. Bayangkan, cip ini sanggup melibas game berat hingga rata Kanan di 185 FPS, plus peningkatan kemampuan ray tracing sebesar 18 persen agar grafis cahaya di dalam game terlihat kian realistis.

Tidak ketinggalan, sektor kecerdasan buatan (AI) juga digeber habis-habisan lewat kehadiran MediaTek NPU 1090 dan Super Efficient NPU 2.0. Kombinasi ini memungkinkan ponsel menjalankan fitur Generative AI dan Agentic AI secara langsung di perangkat (on-device), bahkan sanggup menopang model AI raksasa hingga 30 miliar parameter. Kinerja LLM prefill meroket hingga 51 persen, sementara efisiensi pembuatan token naik 55 persen per watt.

Spesifikasi Sekelas Monster

Selain jeroan utamanya yang beringas, Dimensity 9600 Pro juga mendukung teknologi pendukung kelas atas lainnya:

Memori & Penyimpanan: Mendukung RAM super cepat LPDDR6 hingga 10.667 Mbps (serta kompatibel dengan LPDDR5X) dan penyimpanan internal UFS 5.0. Ditambah cache L3 16 MB dan System Level Cache (SLC) 10 MB.

Kamera & Video: Siap menampung sensor kamera raksasa hingga 200 megapiksel. Urusan rekam-merekam juga tak main-main: sudah mendukung resolusi 8K di 60 FPS, video lambat (slow-motion) 4K di 240 FPS, serta video 4K HDR 60 FPS dengan stabilisasi canggih (EIS).

Konektivitas & Layar: Mendukung jaringan 5G Sub-6 GHz, Wi-Fi 7 super ngebut hingga 7,3 Gbps, Bluetooth 6.2, serta dukungan layar beresolusi WQHD Plus dengan refresh rate mulus hingga 180 Hz.

Kehadiran Varian "Adik", Dimensity 9600M

Selain versi "Pro" untuk kasta tertinggi, MediaTek juga menyiapkan Dimensity 9600M guna memboyong teknologi andalan ini ke segmen ponsel premium di bawah kelas flagship.

Meskipun sedikit di bawah versi Pro, spesifikasinya tetap mengerikan: CPU octa-core (1 core C1-Ultra, 3 core C1-Premium, 4 core C1-Pro), dukungan RAM LPDDR5X, penyimpanan UFS 4.1, NPU 990 untuk AI, Wi-Fi 7, hingga dukungan kamera hingga 320 megapiksel serta layar WQHD Plus 180 Hz.

Kapan bisa dibeli?

Berdasarkan informasi resmi dari MediaTek yang dilansir oleh KompasTekno, deretan smartphone perdana yang akan ditenagai oleh keluarga Dimensity 9600 Pro dan 9600M ini diprediksi bakal mulai meluncur ke pasaran pada kuartal III-2026. Kita tunggu saja ponsel mana yang pertama kali memboyong "monster" baru ini!